Rupiah-IHSG Menguat Dipengaruhi Pasar Brexit dan Bursa Asia

Rupiah-IHSG Menguat Dipengaruhi Pasar Brexit dan Bursa Asia . (Ilustrasi/Net)
PINDAINEWS - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (14/3/2019) pagi lanjut bergerak menguat seiring respon positif pasar terkait Brexit.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 14 poin menjadi Rp14.251 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.265 per dolar AS

Ekonom Samuel Aset Manjamen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan rupiah didorong penguatan pound sterling seiring masih tidak jelasnya kesepakatan Brexit.

"Pelaku pasar merespon positif ketidakjelasan Brexit ini, bahkan mata uang Inggris pound menguat terhadap dolar AS," ujar Lana.

Parlemen Inggris pada Selasa (12/3) lalu, kembali menolak untuk kedua kalinya kesepakatan Brexit yang diusulkan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, tetapi juga tidak menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan dengan suara menolak 391 menolak dan 242 mendukung. Sebelumnya, pengambilan suara pada Januari lalu sebanyak 432 suara menolak dibandingkan 202 suara.

Dengan kondisi tersebut, Brexit yang akan efektif mulai pada 29 Maret 2019 ini, Inggris bisa keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, kecuali jika Inggris mendapatkan tengat waktu perpanjangan untuk ketiga kalinya.

"Ada kemungkinan ekspektasi pasar mengharapkan kemelut Brexit membuka dilakukannya referendum kedua yang memungkinkan Inggris tidak keluar dari Uni Eropa," kata Lana.

Pada pukul 9.48 WIB, nilai tukar rupiah masih menguat satu poin menjadi Rp14.264 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.265 per dolar AS.

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga diprediksi menguat seiring naiknya bursa saham regional Asia.

IHSG Juga Menguat
IHSG sendiri pagi ini sebenarnya dibuka melemah, namun tak lama sudah kembali ke zona hijau. Pada pukul 9.13 WIB, IHSG menguat 3,69 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.381,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 0,5 poin atau 0,05 persen menjadi 996,57.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, membaiknya pasar saham Amerika Serikat pada Rabu (14/2) diperkirakan dapat mengurangi risiko tekanan bagi IHSG.

"Selain itu potensi pasar Asia terbuka untuk menguat hari ini, sehingga kian kuat katalis positif bagi IHSG, setidaknya dapat menjadi dukungan ke zona hijau," ujar Alfiansyah.

Dari global, pertumbuhan ekonomi dunia menjadi salah satu fokus utama pasar di 2019. Menurut Alfiansyah, pelaku pasar telah menyesuaikan ekspektasinya sehingga risiko kejutan negatif bagi pasar tidak sebesar tahun lalu.

Sedangkan faktor yang dapat mengubah ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yakni segala faktor yang dapat mendukung perdagangan bebas, mengurangi tarif dagang, dan meningkatkan perdagangan global yang dapat menjadi katalis positif bagi proyeksi ekonomi dunia.

"Selain itu, hasil negosiasi dagang AS dengan China yang banyak kemajuan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar. Selain itu, negosiasi Brexit yang lancar dengan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara gradual akan menjadi hasil yang disukai oleh pasar," katanya.

Sebelumnya, IHSG pagi ini dibuka melemah 2,66 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.374,92. Sementara indeks LQ45 bergerak turun 0,69 poin atau 0,07 persen menjadi 995,38.

Sementara itu, bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 138,65 poin (0,65 persen) ke 21.428,89, Indeks Hang Seng menguat 71,23 poin (0,25 persen) ke 28.878,68, dan Straits Times melemah 8,39 poin (0,26 persen) ke posisi 3.187,2.


Editor: Daddy Mulyanto

Komentar

Tidak Ada Komentar.