Bisnis Properti Apa Kabarnya?

Bisnis Properti Apa Kabarnya? . (pindainews/win)
PINDAINEWS, Bandung -- Kondisi ekonomi nasional dalam beberapa bulan terakhir, sepertinya, mulai menunjukkan geliatnya. Selama 2018, banyak sektor ekonomi mengalami berbagai macam kendala yang berimbas pada perlambatan pertumbuhan. Kondisi itu pun sepertinya, terjadi pada sektor properti.

"Saya kira, sejak akhir 2018 hingga saat ini, bisnis properti cenderung mengalami perlambatan, utamanya, second house, yaitu segmen middle dan middle up," tandas pebisnis properti, asal Kota Bandung, Agus Mulyanto, di tempat kerjanya, kawasan Jalan Setiabudi Bandung.

Aguy, sapaan akrabnya, mengemukakan, selain second house, pasar first house pun masih memiliki cukup banyak tantangan dan kendala yang tidak ringan. Khusus di Kota Bandung, kendalanya, ucap Aguy, antara lain, dalam hal perizinan.

Memang, sambungnya, sejatinya, regulasi dan perizinan untuk properti saat ini lebih sederhana. Misalnya, kata dia, tidak perlu ada lagi SIUP, TDP, dan lainnya. Semuanya, ucap dia melalui pelayanan satu atap. Akan tetapi, ungkap dia, dalam hal aplikasi, masih terdapat hambatan. "Itu terjadi karena antara regulasi yang lama dan baru masih ada hal yang belum singkron. Itu yang harus dibenahi," jelasnya.

Tidak hanya soal perizinan, tambahnya, ada hal lain yang masih menjadi kendala sektor properti, yaitu perkembangan harga jual bahan baku,, yang tentunya berpengaruh pada harga jual. Aguy mengatakan, harga jual sejumlah bahan baku mengalami kenaikan. Dia mencontohkan harga jual besi yang melejit 40 persen. 

Walau demikian, Aguy menegaskan, sektor properti masih punya peluang dan potensi untuk tetap bertumbuh. Menurutnya, adalah first house merupakan pasar yang masih berpeluang. Karenanya, tutur dia,segmen first house menjadi bidikan kalangan pengembang. 
Editor: Erwin Adriansyah

Komentar

Tidak Ada Komentar.